Breaking News

Gejala dan Penyebab Umum Hipospadia

Tahukah kamu apa penyebab umum hipospadia? Sebelum mengetahui tentang penyebab umum hipospadia, kamu harus mengetahui terlebih dahulu apa itu penyakit hipospadia dan apa saja gejalanya. Jadi, sebenarnya apa itu hipospadia? Dikutip dari halodoc.com ini adalah penyakit di mana kondisinya ketika uretra tidak berada pada posisi yang seharusnya. Dilansir dari hellosehat.com hipospadia adalah kelainan pada lokasi lubang bukaan penis atau uretra yang justri ada di bagian bawah, bukan pada ujung penis seperti umumnya. Uretra adalah ssaluran yang mengalirkan urin keluar dari kantong empedu melalui penis. Penyakit ini merupakan kondisi yang dapat menyebabkan ketidaksuburan jika tidak ditangani dengan benar. Menurut alodokter.com penyakit ini adalah suatu kelainan di mana letak lubang kencing pada bayi laki-laki tidak normal. kondisi ini merupakan kelainan bawaan sejak lahir. Pada kondisi normal, uretra terletak tepat di ujung penis, tetapi bayi dengan penyakit ini memiliki uretra yang berada di bagian bawah penis. 

Dilansir dari sehatq.com menurut beberapa penelitian, penyakit ini dapat ditemukan pada satu di antara dua ratus lima puluh hingga tiga ratus bayi laki-laki yang baru lahir. Oleh karena itu, hipospadia dibagi dalam beberapa kategori seperti midshaft, penoscrotal, distal atau granular, dan perienal. Midshaft adalah tipe pembukaan uretra terletak pada bagian tengah atau bawah dari batang penis. Penoscrotal adalah pembukaan uretra terletak di bagian di ataran penis dan kantung pelur atau yang biasa disebut dengan skrotum. Distal atau granular adalah tipe yang paling umum di mana pembukaan uretra terdapat di dekat kepala penis dan yang terakhir adalah perineal di mana uretra terletak di belakang kantung pelur atau skrotum. Tipe ini merupakan yang paling parah serta paling jarang ditemukan. 

Apa penyebab umum hipospadia? Menurut sehatq.com penyebab dari penyakit ini belum diketahui secara pasti. Beberapa hal yang dapat menjadi kemungkinan penyebab kelainan ini antara lain adalah faktor genetik, apabila ayah atau saudara kandung laki-laki dari bayi penderita yang sedang dalam kandungan menderita penyakit ini, hal ini dapat meningkatkan risiko bayi tersebut lahir dengan penyakit ini. Kondisi lainnya adalah usia ibu yang di atas tiga puluh lima tahun dengan berat badan berlebih juga dapat memperbesar risiko bayi yang dikandung nantinya menderita penyakit ini. kondisi selanjutnya adalah perawatan kesuburan seperti terapi hormon maupun obat-obatan yang membantu ibu dalam kehamilan serta terjadinya kelahiran prematur. 

Bagaimana dengan gejalanya? Gejala khas pada penyakit ini adalah pembukaan uretra yang terletak pada bagian bawah penis, bukan di bagian ujung penis. Namun, dalam beberapa kasus juga ditemukan pembukaan uretra yang berada di dalam kepala penis, tengah penis, pangkal penis maupun bawah skrotum. Beberapa gejala lain yang dapat ditemukan pada penderita adalah pengeluaran urine yang tidak normal saat buang air kecil, bentuk atau penampilan penis yang tidak normal dan chordee atau kurva penis mengarah ke bawah sehingga menimbulkan kesulitan saat buang air kecil. Ini seringkali harus membuat penderita buang air kecil dengan cara duduk. 

Itulah hal-hal yang dapat kamu ketahui tentang penyakit ini seperti gejala dan penyebab umum hipospadia. Kamu dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang baik. Jangan meremehkan gejala sekecil apa pun yang terjadi pada anakmu karena kelalaianmu dapat merusak masa depan anakmu. Selalu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan sedini mungkin.

No comments